FUNDAMENTAL OUTLOOK ATAS HARGA MINYAK BUMI SAMPAI TAHUN 2030

September 20, 2007 at 12:51 pm | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Metodologi


  • Data dan proyeksi faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga minyak dunia diambil dari “International Energy Outlook 2007” edisi Mei 2007 yang merupakan publikasi “Energy Information Administration (EIA) US Department of Energy”.

  • ¨
    Analisis dan proyeksi sampai tahun 2030 dipersiapkan dengan menggunakan “National Energy Modeling System” yang merupakan model yang komprehensif dengan melibatkan variabel-variabel demand dan supply dan variabel lain legislasi , regulasi, teknologi , demografi , ketersediaan sumber daya.
  • Harga minyak mentah diproyeksi atas 3 skenario. Reference (normal) case yang merupakan mid-range projection , high price dan low price case yang mengilustrasikan ketidakpastian pada skenario normal.

Analisis Sisi Permintaan Minyak Mentah Dunia


  • Sebagian besar kenaikan konsumsi terjadi di negara-negara non-OECD Asia, khususnya Cina dan India, dimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi di prediksi terjadi.
  • Pada skenario normal konsumsi minyak dan bahan bakar cair lainnya (minyak mentah konvensional dan substitusinya) diproyeksikan naik dari 83 juta barrel per hari (bph) tahun 2004 menjadi 97 juta bph dan naik lagi menjadi 118 juta bph.
  • Penggunaan energi untuk sektor transportasi diprediksi naik 2,9 persen per tahun pertahun dari tahun 2004 ke tahun 2030 untuk negara-negara non-OECD Asia . Sementara itu untuk negara-negara OECD yang telah mempunyai infrastruktur yang lebih ekstensif dan pertumbuhan GDP yang lebih lambat , permintaan fuel untuk sektor transportasi diprediksi tumbuh sebesar 0,9% per tahun.

Konsumsi Energi Berdasarkan Sektor Pengguna Akhir


  • 25 tahun kedepan permintaan petroleum dan bahan bakar cair lainnya diperkirakan naik lebih tajam pada sektor transportasi dibanding sektor-sektor lainnya.


  • Negara-negara OECD diproyeksikan tetap sebagai pengguna terbesar energi untuk sektor transportasi, pangsa sektor transportasi terhadap permintaan fuel diproyeksikan naik dari 58 persen pada 2004 menjadi 63 persen di tahun 2030.


  • Faktor utama tingginya kenaikan pada permintaan energy untuk sektor transportasi didorong oleh meningkatnya permintaan personal travel di negara maju dan di negara berkembang. Naiknya urbanisasi dan pendapatan personal yang mempunyai kontribusi meningkatnya perjalanan udara dan juga motorisasi di perekonomian yang sedang berkembang.


  • Negara-negara non-OECD seperti Cina, India, Amerika Tengah dan Selatan, diproyeksikan sebagai kontributor pertumbuhan konsumsi energi pada sektor transportasi yang signifikan.

  • Pertumbuhan aktifitas transportasi dikaitkan dengan pertumbuhan pendapatan, di beberapa negara OECD Asia , ketersedian pendanaan dan naiknya debt tolerance atas middle class families punya kontribusi meningkatnya penjualan kendaraan bermotor.

Analisis Sisi Penawaran Minyak Mentah Dunia

  • Total produksi minyak mentah dunia (conventional crude dan energy liquid substitute) diproyeksikan naik sebesar 35 juta bph.
  • Sekitar 65 persen kenaikan tersebut disumbang oleh OPEC dimana total produksi dari OPEC diperkirakan sebesar 57 juta bph sementara total produksi non-OPEC diperkirakan menjadi 61 juta bph.


  • Proyeksi jangka menengah (sampai dengan 2015) didasari pada aktifitas kebijakan pemerintah dan industri perminyakan saat ini termasuk volume produksi terkini, tingkat penurunan ladang-ladang minyak produktif, eksplorasi yang direncanakan , dan kondisi politik.
  • Setelah 2015 keputusan produksi didasari lebih kepada alasan ekonomis dibanding pada situasi politik.

  • Ada beberapa region dimana produksi dibatasi sampai tahun 2015 seperti Venezuela dimana produksi minyak mentah tidak berkembang akibat investasi yang rendah atau Meksiko dimana produksi diperkirakan turun. Setelah tahun 2015 produksi naik ketika keputusan investasi memungkinkan improvement pada produksi.
  • Ladang minyak Laut Utara (North Sea) diperkirakan akan mengalami penurunan tingkat produksi dan tidak diharapkan ada reversal atas trend yang terus menurun. Produksi dari Norwegia (produsen minyak mentah Eropa terbesar) akan mencapai puncaknya pada tingkat produksi 3.4 juta bph, dan setelah itu turun terus sampai menjadi 1.4 juta bph ditahun 2030
  • produksi.jpg
  • Produsen Afrika Utara seperti Mesir dan Tunisia umumnya memproduksi minyak dari ladang yang sudah tua dan diasumsikan sedikit tambahan sumber daya di masa yang akan datang.
  • Beberapa produsen dari Afrika Barat – Kamerun, Chad, Kongo , Nigeria di prediksi akan meraih manfaat atas aktifitas ekspolari yang substansial , terutama jika harga minyak tinggi. Output Afrika Barat diperkirakan naik 1.1 juta bph.
  • Produsen dari negara-negara di Pacific Rim diperkirakan akan mengalami peningkatan produksi sebagai akibat ekplorasi dan teknologi ekstraksi yang semakin maju.
  • Prospek produksi pada perairan laut dalam di India diharapkan akan memberikan dukungan kenaikan produksi yang signifikan pada akhir periode proyeksi.
  • Produksi minyak mentah Cina diproyeksikan menurun tajam menjadi sekitar 3,3 juta bph pada tahun 2030.
  • Sementara diekspektasi tidak akan ada penemuan cadangan baru yang signifikan. Output minyak mentah sudah mencapai puncaknya dan produksinya akan secara gradual menurun menjadi 500 ribu bph di tahun 2030.
  • Cadangan yang telah terbukti (proven reserve) di Papua New Guinea terus bertambah dan diharapkan mencapai volume produksi mendekati 110 ribu bph ditahun 2015.
  • Eksplorasi dan aktifitas pengujian sumur minyak telah menunjukan potensial produksi atas Bangladesh dan Myanmar, tetapi produksi secara signifikan baru bisa dilihat setelah tahun 2010.
  • Sementara itu di Iran dan Irak perkembangan situasi politik diasumsikan menyebabkan tidak ada perubahan dalam tingkat produksi. Investasi dan produksi diproyeksikan tumbuh pesat setelah tahun 2015.
  • Peran Irak dalam OPEC dalam beberapa tahun kedepan akan menjadi perhatian menarik. Tahun 1999 , Irak melakukan ekspansi kapasitas produksinya menjadi 2.8 juta bph untuk mencapai penerimaan ekspor (lebih dari $5,2 juta) yang diperbolehkan dibawah resolusi Dewan Keamanan PBB.
  • Kapasitas produksi Irak sekitar 2 juta bph tahun 2007. Irak menunjukan keinginan untuk ekspansi produksi secara agresif , untuk berproduksi lebih dari 6 juta bph , ketika situasi politik dan keamanan stabil. Diskusi awal atas proyek explorasi telah dilakukan . Dalam proyeksi ini produksi minyak Irak diprediksikan mencapai 3,3 juta bph di tahun 2015 dan 5,3 juta bph ditahun 2030.
  • Produksi minyak Iran diproyeksikan hanya naik sedikit dari 4,1 juta bph di tahun 2004 menjadi 4,3 juta bph di tahun 2015 meskipun sumber daya di Iran besar. Dalam jangka panjang produksi minyak Iran diproyeksikan 5 juta bph di tahun 2030.
  • Kuwait dan UAE diekspektasi akan mengikuti pola pertumbuhan yang sama . Diproyeksikan pada tahun 2015 produksi mencapai masing-masing 3.2 juta bph dan 3.8 juta bph, ditahun 2030 produksi mencapai masing-masing sebesar 4,1 juta dan 4,9 juta bph.
  • Saudi Arabia , dengan tingkat pengembangan dan biaya produksi yang sangat rendah , tetap diperhitungkan perannya dalam kekuatan pasar.
  • Produksi diproyeksikan sebesar 9,4 juta bph di tahun 2015 dan 16.4 juta bph ditahun 2030.

Proyeksi Harga Minyak Mentah

  • Harga minyak diproyeksikan menggunakan 3 skenario , yaitu skenario referensi (normal) , skenario harga tinggi, dan skenario harga rendah. Skenario harga tinggi dan harga rendah merupakan ketidakpastian pada skenario referensi.
  • Harga yang diproyeksikan oleh IEA adalah harga riil dengan inflasi/tingkat harga ditahun 2005. Pada grafik diatas dan tabel 2 dibawah , harga diubah menjadi harga nominal dengan asumsi laju inflasi dunia sebesar 1,92 persen per tahun.

harga.jpg

  • Harga yang diproyeksikan oleh IEA adalah harga riil dengan inflasi/tingkat harga ditahun 2005. Pada grafik diatas dan tabel 2 dibawah , harga diubah menjadi harga nominal dengan asumsi laju inflasi dunia sebesar 1,92 persen per tahun.
  • Berikut disajikan asumsi yang mendasari proyeksi pada 3 skenario sebagai berikut :

harga-dan-asumsi.jpg

 

 

Advertisements

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hmm..menarik..

    saya jg kebetulan mengamati perkembangan pasar komoditi dunia, salah satunya minyak (WTI).
    melihat bbrp tahun belakangan ini memang faktor fundamental menjadi salah satu pemicu naiknya harga minyak, namun faktor non fundamental seperti spekulasi (exchange traded funds) juga ikut berperan..

    saya jg sering mengambil data eia, iea, opec, bp energy statistic, bloomberg dan sumber2 lain utk keperluan analisa..

    senang bisa baca blog dari orang yg ikut mengamati perkembangan minyak dunia jg 🙂

  2. mas terus terang saya awam tentang perminyakan..tetapi saya tertarik tentang peranan spekulasi dalam menyebabkan naiknya harga minyak dunia ..mohon bisa dijelaskan lebih lanjut…tks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: