Risalah Laporan The Heritage Center pada 25 July 2007 untuk Hasil Analisis Data atas Model Makro Ekonomi : Jika Permasalahan Iran menimbulkan Krisis Energy

July 27, 2007 at 8:39 am | Posted in Uncategorized | 1 Comment

 

Pada hari kamis 26 Juli 2006 , International Oil Daily vol. 6 no. 143 Thursday , July 26, 2007 menulis mengenai hal ini dengan tajuk “War Game Plays Out Ugly for US If Iran Provokes Energy Crisis” . Kurang afdol rasanya kalo ngak membaca laporan aslinya yang bisa dlihat dan didownload detailnya di www.heritage.org/Research/ EnergyandEnvironment/ cda07-03.cfm – 74k – 26 Jul 2007 minus model matematik dan ekonometri-nya.

Dari bulan Desember 2006 sampai dengan Maret 2007, para pakar dari pemerintahan, dunia usaha, akademisi, institusi penelitian di Washington DC, dipimpin Ariel Cohen Phd dan James Phillips, melakukan simulasi komputer dan gaming exercise untuk menginvestigasi bagaimana dampak kebijakan Amerika Serikat atas pasar energy global dan ekonomi Amerika Serikat jika ada disruption tiba2 atas supply minyak mentah.

Amerika Serikat secara historis punya trak record yang jelek dalam merespon krisis energi. Ini terbukti dengan adanya dua great oil shock yang ditimbulkan akibat embargo minyak mentah Saudi Arabia 1973-1974 dan revolusi Iran 1978-1979 menyebabkan fuel shortage, gasoline rationing, tingginya inflasi, dan dampak buruk perekonomian secara keseluruhan akibat permasalahan energi. Dampak buruk tidak melulu disebabkan oleh faktor eksternal. Ada faktor internal seperti buruknya kebijakan . Kebijakan Amerika selama krisis berdampak , tidak hanya bagi Amerika , tetapi juga pada perekonomian global yang akhirnya kembali lagi ke ke Amerika untuk dapat bertransaksi dengan negara2 lain.

Skenario krisis dibuat seolah-olah nyata dan realistik . Berikut diringkaskan skenario dan hasil analisis.


Skenario Krisis Energy

  • Hari pertama : setelah sebulan debat , Dewan keamanan PBB mengenakan sangsi terhadap Iran.
  • Hari kedua : menguji cobakan senjata nuklir (??Cuma pengayakan uranium, bukan senjata nuklir??) .
  • Hari ketiga : Amerika Serikat mengebom situs nuklir Iran tetapi tidak menghancurkan infrastruktur minyak Iran.
  • Hari keempat : Iran menghentikan ekspor-nya ke negara2 yang tidak mengutuk sanksi PBB (misalnya Inggris, Kanada, dan lain-lain)
  • Hari kelima : Milisi pro-Iran Shiite di Irak menyerang pasukan koalisi dan menutup produksi di ladang minyak sebelah selatan Irak (60 persen minyak Irak yang diekspor). Presiden Venezuela Hugo Chaves, mendukung Iran, ikut melakukan embargo terhadap Amerika Serikat. OPEC mengutuk agresi Amerika tetapi tidak melakukan embargo. China, Jepang, Uni Eropa cari aman , mengutuk Amerika untuk tidak kena sangsi embargo Iran. Rusia mengutuk Amerika dan memanfaatkan situasi harga minyak yang tinggi dengan memproduksi minyak pada kapasitas maksimum.
  • Hari keenam (1 Januari 2007 dalam simulasi) satu kapal tanker diledakkan di Selat Hormuz. Intelegen Amerika percaya bahwa ranjau diletakan oleh pasukan penjaga revolusi Iran yang mengenakan pakaian sipil dan beroperasi menggunakan kapal nelayan (lengkap sekali skenarionya). Saudi Arabia mengalihkan sebanyak mungkin minyak mentah ke pelabuhannya di Laut Merah melalui pipa.

Asumsi

Iran hanya sukses memblokade Selat Hormuz selama satu minggu , setelah itu pengapalan minyak mentah akan membaik secara perlahan.

Skenario

Yang Paling Buruk (Worst-Case)

  • Pengapalan minyak mentah turun 6 juta barel per hari (bph)
  • Harga minyak mencapai puncaknya $150/barrel 9 bulan (kuartal ketiga) setelah serangan ke Iran.
  • Riil GDP Amerika Serikat turun lebih dari $161 milyar dan disposable personal income turun $260 milyar 1 tahun setelah serangan ke Iran.
  • Tingkat kesempatan kerja untuk sektor non-pertanian turun sekitar 1 juta pekerjaan.

Skenario dengan responsi kebijakan Amerika Serikat

Pelaku simulasi membuat kebijakan responsi untuk memperlunak dampak shock kenaikan harga minyak yaitu :

  • Melakukan aksi militer yang cukup untuk melindungi /proteksi di Selat Hormuz
  • Intervensi pasar dengan Strategic Petroleum Reserve (SPR) ; SPR adalah minyak mentah dan produk minyak yang disimpan dan dicadangkan untuk dipakai sewaktu-waktu terjadi disrupsi.
  • Meluncurkan program dana emergensi oleh Kongres Amerika sebesar $30 milyar untuk mendanai operasi militer di Teluk Persia.
  • Menaikan dana untuk “Low-Income Home Energy Assistance Program (LIHEAP)”. LIHEAP adalah bantuan finansial untuk rumah tangga yang dikualifikasi berpendapatan rendah untuk dapat membayar kebutuhan energi untuk pemanas (cooling bills).
  • Menghapus tariff pada ethanol.
  • Sebisa mungkin kebijakan-kebijakan yang dibuat berorientasi atau sedikit mungkin menginterfensi pasar. Pasar bebas yang sehat adalah cara yang paling baik mengatasi “supply shock” dari Timur Tengah.

Jika responsi di atas dilakukan , hasil simulasi adalah :

  • Naiknya harga minyak dibatasi kurang dari $12/bbl atau $75 per barrel pada kuartal pertama 2007.
  • Riil GDP kira-kira sama seperti sebelum krisis
  • Disposable personal income naik sama pada tingkat sebelum krisis
  • Tingkat kerja naik 109,000 pekerjaan.
Advertisements

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. SALUT…!

    Bagusnya sudah di-translate, jadi gak perlu pusyiiiing.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: