ENERGY HEDGING DALAM STUDI KASUS ARBITRASE PERDAGANGAN MINYAK BUMI : SUATU PENGANTAR

July 10, 2007 at 3:10 pm | Posted in Uncategorized | 3 Comments

“ …….the rise of spot crude oil markets and heavy volatility has made the term contract a bit of a dinosaur ….” (Energy Intelligence Group (2001) “The Inner Working of Crude Oil Markets”. Pg. A45)

Mr. Daniel Carr , bekas founding director International Petroleum Exchange (IPE) dan bekas Vice President International Affair untuk NYMEX pada suatu sessi pelatihan di Reuters Academy, bercerita mengenai pengalamannya selama menjadi oil trader. Di awal tahun 1970-an dia pernah melakukan term deal dagang gasoil (minyak solar) untuk supply lima tahun dengan harga yang ditetapkan dimuka . Maksudnya harga ditetapkan dimuka , misalnya harga ditetapkan $10 per barrel tahun 1970 maka adalah kewajiban bagi penjual untuk mensupply , secara periodik dengan kuantitas tertentu, gasoil dengan harga $10 ditahun 1971 sampai dengan 1975.

Pada saat itu masa term contract sedang jaya-jaya-nya. Sedikit sekali penjual dan sedikit sekali pembeli sehingga menciptakan suatu pasar yang aman jika harga di-set pada suatu perjanjian yang telah disepakati sebelumnya (term deal). Sekarang pasar minyak mentah telah berevolusi menjadi highly sophisticated commodity exchange dimana posisi spekulator di New York dalam hal mempengaruhi harga minyak bumi sama berpengaruhnya dengan Menteri Perminyakan Saudi Arabia.

Dalam tulisan sebelumnya, saya pernah mengatakan bahwa salah satu karakteristik dalam pasar minyak mentah dunia adalah tingginya volatilitas pasar yang berarti juga tingginya resiko. Ada tiga basic resiko yang dihadapi jika bermain di pasar minyak mentah dunia , yaitu :

  1. Resiko Pasar (Market Risk) ; sekuritas penjualan bagi penjual
  2. Resiko Pasar (Market Risk); sekuritas delivery atau supply bagi pembeli
  3. Resiko berkenaan dengan harga.

Saya tidak berbicara detail mengenai 3 resiko diatas karena terlalu panjang. Berbicara mengenai resiko , maka kita berbicara juga mengenai market exposure .

Market Exposure dan Hedging

Ada tiga macam market exposure Long, Short , dan Neutral . Untuk lebih jelasnya saya akan memberikan contoh sebagai berikut :

1. Long ; Produser minyak mentah akan rugi jika harga turun atau untung jika harga naik. Contoh lain :Seorang trader minyak mentah ; dia jual minyak mentah yang dia punya seharga USD75 per barrel dia membeli dari produser dengan harga Dated BFO + 10 sen . Jika harga dated BFO naik , maka posisi dia tidak baik. Maka posisi dia dalam hal ini adalah Long.

2. Short ; Produksi domestik minyak mentah tidak mencukupi untuk diolah di kilang Pertamina sehingga harus dilakukan impor minyak mentah. Pertamina beli minyak mentah Tapis dari Malaysia dengan harga OSP Tapis – 10 sen. Jika harga OSP Tapis naik, maka Pertamina harus membayar lebih besar . Maka posisi Pertamina dalam hal ini adalah short

3. Neutral ; Saya bekerja di perusahaan trader minyak mentah. Saya beli minyak mentah Brass River dari Nigeria dengan harga Dtd Brent + $1.10 dan saya jual dengan harga Dtd Brent + $1.30. Kondisi ini umum disebut back-to-back trading. Dalam hal ini exposure resiko saya adalah netral , dalam arti saya tidak peduli apakah Dtd Brent naik jadi $100/barrel atau turun jadi $20/barrel . Dalam kondisi apapun untung saya 20 sen per barrel. Maka exposure-nya adalah netral.

 

Hedging adalah mitigasi resiko , dengan menggunakan instrumen2 finansial derivatif (atau lazim disebut paper barrel, dari long atau short menjadi neutral. Sehingga yang didapat adalah kestabilan harga dan/atau kestabilan refinery margin bagi refiner. Caranya adalah dengan membalik keaadaan , jika exposure anda long maka gunakan instrumen yang short. Begitu juga sebaliknya jika exposure anda short gunakan long.

Ada bermacam-macam finansial instrumen , baik yang diperdagangkan di exchange, OTC , ataupun dibuat sendiri. Yang dibuat sendiri misalnya Pre-finance Processing Deal (PPD) untuk meng-hedge refinery margin bagi refiner sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Pertamina. Umumnya refiner tidak peduli apakah harga produk minyak naik atau turun ataupun harga minyak mentah sebagai refinery feed naik atau turun. Yang dipedulikan oleh refiner adalah selisih harga produk terhadap harga minyak mentah.

Paper Instrumen , secara dasar, dapat di golongkan sebagai berikut :

  • Futures ; contract yang distandarkan untuk pengiriman dimasa yang akan datang misalnya ICE Brent Crude atau ICE Gasoil atau NYMEX WTI Crude atau NYMEX Unleaded Gasoline
  • Swaps; Kontrak yang distandarkan untuk pengiriman dimasa yang akan datang ; biasanya diperdagangkan pada Over-The-Counter (OTC) . Misalnya : Eurograde gasoline dan High Sulfur Fuel Oil Swap.
  • Option; Pembeli option punya hak – bukan kewajiban- untuk membeli atau menjual Futures Contract pada suatu kondisi tertentu dengan harga untuk memperoleh hak tersebut.
  • Masih banyak lagi instrumen2 yang tidak dibahas dalam tulisan ini seperti CFD (Cash for Delivery), EFS (Exchange for Physical), dan lain-lain.

Studi Kasus Hedging Dalam Arbitrase Perdagangan Minyak

Data yang dipakai adalah data riil yang diambil dari publikasi Platts dan Reuters terbaru dan instrumen yang kita pakai adalah Futures. Kasus-nya adalah Arbitrase dalam Perdagangan Minyak Mentah .

Arbitrase adalah perbedaan harga pasar secara geografis , misalnya harga satu minyak mentah (Brent misalnya) di United States Gulf Coast refining centre lebih mahal dari harga minyak mentah tersebut di Eropa maka arbitrase akan mendorong lebih banyak cargo minyak mentah yang akan menuju USGC dan menyebabkan harga di USGC turun atau harga di Eropa naik . Turunya harga di USGC atau naiknya harga di Eropa akan berhenti sampai beda-nya mencapai harga freight Eropa –USGC (atau istilahnya arbitrase telah tertutup).

Kita akan mulai simulasi : Produser North Sea Crude (Brent , Forties, Oseberg, dll) punya minyak mentah sebesar 1 juta barrels untuk loading 22 Agustus 2007 di Laut Utara. Dia dihadapkan dua pilihan menjual pada pasar lokal dengan harga October ICE Brent – $3.5 (rata2 5 hari setelah tanggal loading i.e. 23-27 Agustus ) atau menjual ke USGC refining centre dengan harga October WTI + $1.72 (rata2 5 hari pricing period 6-10 September 2007) . Harga Oct ICE Brent sekarang adalah $75.74/bbl dan harga Oct WTI adalah $72.22/bbl. Freight dari North Sea ke USGC adalah $1.50/bbl.

Disini kita melihat bahwa terdapat peluang per 10 Juli 2007 untuk melakukan arbitrase dengan margin :

Harga Jual (WTI +1.72)……………………………. $73.94

Harga Lokal (Brent – $3.5)………………………… ($72.74)

Freight ………………………………………………………… ($1.50)

……………………………………………………………………———–

Margin…………………………………………………… $0.20 per barrel

 

Namun perlu diingat bahwa pricing period untuk harga lokal adalah rata-rata ICE Brent 23-27 Agustus 2007 dan pricing USGC adalah 6-10 September 2007. Margin $0.20/barrel tidak dijamin jika producer tersebut tidak melakukan hedging. Dia punya exposure jika spread harga WTI-Brent melemah dan naiknya harga freight. Hedging strategi adalah sebagai berikut :

Exposure

Hedging Strategi

Jika harga WTI naik ; better-off (Long) Short ; Jual (Short Selling) Oct WTI contract 1000 lots ( 1 lot = 1000 barrel)
Jika harga Brent turun ; worse-off (Short) Long ; Beli Oct Brent contract 1000 lots
Jika Freight naik ; worse off (Short) Long ; Beli Aug TD5 (Freight Swap) ; disini kita membicarakan freight hedging dengan FFA ; kita asumsikan harga freight tetap $1.50/bbl
  • Pada saat harga lokal dihitung (rata-rata Oct ICE Brent ) pada 23-27 Agustus 2007 jual secara parsial Oct Brent contract 200 lots per hari. Maksudnya pada 23 Agustus jual 200 lot, 24 Agustus jual 200 lot , dan seterusnya. Hal ini dikarenakan pada 23 Agustus 1/5 (200,000 barrel) cargo sudah aman , pada 24 Agustus 2/5 (400,000 barrel) cargo sudah aman, begitu juga seterusnya sampai 1,000,000 barrel .
  • Pada saat harga jual dihitung (rata-rata Oct WTI ) pada 6-10 September 2007 beli kembali Oct WTI secara parsial.

Efek Hedging terhadap margin

Misalkan harga October WTI adalah $70/bbl untuk periode 6-10 September dan harga Oct Brent $78/bbl untuk periode 23-27 Agustus , bagaimana posisi produser jika transaksi diatas tidak dihedging:

Untung/Rugi pada Wet Barrel

 

Harga Jual (WTI +1.72)…………………………………………………………. $71.72

Harga Lokal (Brent – $3.5)………………………………………………….. ($74.50)

Freight………………………………………………………………………………….. ($1.50)

…………………………………………………………………………………………….———–

Margin minus …………………………………………………………….$4.28 per barrel (rugi)

Jika tidak dihedging produsen rugi $4.28/barrel atau $4.28 juta . Jika dihedging rugi di wet barrel ditutup dengan untung di paper barrel sebesar $4.48 sehingga margin terjaga dilevel $0.2 per barrel ($4.48-$4.28) :

Untung/Rugi pada Paper Barrel

 

Jual (Short Selling) Oct WTI 10 Juli 2007……………………………….. $72.22

Partial buy-back Oct WTI pada 6-10 Sep 2007………………………… $70.00

…………………………………………………………………………………………………..———

Untung Oct WTI ………………………………………………………………………… $2.22

 

Jual parsial Oct Brent 23-27 Agustus………………………………………… $78.00

Beli Oct Brent pada 10 Juli 2007 ……………………………………………….. $75.74

…………………………………………………………………………………………………..———

Untung di Oct Brent…………………………………………………………………… $2.26

Total Untung di paper barrel ………………………………………………………$4.48

Rugi di Wet Baret akibat fluktuasi harga…………………………………. ($4.28)

Net Efek Hedging- Margin……………………………………………………….. $0.20

Note :

  • Contoh kasus diatas adalah perfect hedging yang dalam kenyataannya tidak pernah ada yang namanya perfect hedging.
  • Kunci-nya adalah pemilihan instrumen derivative yang sesuai atau instrumen yang punya korelasi pergerakan harga sesuai dengan pergerakan harga asset yang di hedging.
Advertisements

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. terimakasih. tulisan ya ng analistis.

    margi
    http://www.vhrmedia.com

  2. Salam kenal Mas Ahmad,
    Saya sangat tertarik dengan commodity market terutama crude oil. Bisakah Mas men-share makalah atau artilkel yang berhubungan dengan hal ini? Tolong beri tahu saya mengenai buku apa yang seharusnya saya baca untuk basic, intermediate, dan advance? Pernah nggak ada penelitian mengenai harga minyak Indonesia dan dari mana saya bisa dapatkan mengenai supply-demand minyak Indonesia. Saya meminta alamat e-mail Mas juga.
    Terima kasih.
    HP

  3. Salam kenal juga mas hadianto ,

    artikel, jurnal, atau makalahnya mengenai crude oil banyak sekali dalam bentuk soft copy di hard disk saya, mulai dari refining economics, crude oil market, petroleum hedging, crude valuation etc.. ada banyak source di internet yang paling bagus bisa di download gratis di oxford energy institute , alamat webnya saya lupa tapi bisa dicari dengan google. Bisa juga di lihat di http://www.platts.com pada bagian resources, setiap minggu biasanya ada podcast mengenai situasi aktual petroleum market itu juga gratis. atau juga di Department of Energy USA.

    Untuk buku menurut saya yang paling bagus untuk basic adalah “The international crude oil market handbook” terbitan “Energy intelligence group” . pada bagian awal ada overview mulai dari pasar dimana harga crude ditentukan, bagaimana crude direfine, refining economics, transportasi crude (pipeline or tanker), financial commodity market, dan spesifikasi singkat crude dari setiap negara. Bukunya diperbaharui tiap tahun. cuma harganya agak mahal sekitar USD2,500. Saya ada edisi tahun 2004 , cuma mesti dicari dulu. Juga ada booklet dari mentor saya Mr. Daniel Craig. Bisa bapak fotokopi kalo berminat (free).

    Untuk intermediate dan advance , saya belum ngerti di aspek apa mas tertariknya. tapi buku2 mengenai commodity swap, term structure (spot and forward) bagus untuk dibaca (agak matematis sih). Info untuk petroleum swap dan term structure ada banyak sekali (seperti yang disediakan oleh Argus, Platts, RIM dll) cuma ngak pernah dimanfaatkan . Misalnya untuk memproyeksi harga pembelian impor minyak atau ekspor , sering yang saya lihat analisis dilakukan dengan interpolasi data ke belakang sementara informasi kedepan tersedia. Atau dengan melihat term structure bisa dilihat convenience yield sehingga bisa ditentukan apakah persepsi pasar atas minyak minyak mentah langka atau berlimpah.

    Untuk penelitian ilmiah khusus mengenai harga minyak indonesia saya belum pernah ketemu , cuma ada berapa artikel mengenai “partial mechanism” price discovery untuk minyak mentah minas yang dibuat oleh Platts. ada berapa artikel mengenai minyak mentah duri.

    Untuk demand-supply minyak indonesia, kalo untuk supply minyak mentah indonesia .. ada .. bisa diproxied dengan “Arus Minyak Indonesia”. Untuk “Arus Minyak Indonesia ” saya ada mulai dari tahun 2004 di file saya. Tapi jika demand-supply seperti yang ada pada petroleum balance sheet-nya (apparent demand) EIA Amerika , sangat disayangkan belum ada yang mengkompilasi seperti itu . Laporan apparent demand EIA bisa kelihatan keterkaitan antara crude supplied dengan petroleum product, berapa yang hilang diprocessing gain, berapa yang diekspor, berapa yang diimpor sehingga terlihat apparent demand akan sama dengan total product supply.

    Yang saya lihat untuk data minyak indonesia, information unrelately scattered, dalam artian jika mau cari data petroleum product yang ada hanya data itu tok . tidak ada relasi berapa crude yang dibutuhkan. begitu juga sebaliknya. sehingga data harus diolah lagi.

    Btw terima kasih mas, sorry kalo kepanjangan , saya senang sekali ada yang punya minat mengenai ekonomi perminyakan.

    Salam ,

    Ahmad Reza


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: