TRANSKRIPSI OIL MARKET PODCAST 16 MAY 2007 DAN 14 JUNE 2007 MENGENAI TEKANAN OPEC UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI , STATUS PASAR MINYAK MENTAH DUNIA (PER 6 JULY 2007)

July 6, 2007 at 9:05 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tulisan ini adalah gabungan transkripsi Oil Market Podcast , wawancara antara Craig Moore (Web Editor Platts.com) dan Kevin Saville (Managing Director Platts Global Alert) tanggal 16 Mei 2007 dan 14 Juni 2007 mengenai OPEC.

Sebelum memulai transkripsi podcast , akan dijelaskan perkembangan terakhir mengenai situasi terakhir status pasar minyak dunia sebagai berikut :

Latar Belakang

Harga minyak mentah naik tajam pada hari Kamis kemarin 5 Juli 2007 lebih dari $2 menjadi $75 perbarrel. Harga minyak mentah Brent naik $1.70 ke level $74.75 per barrel setelah mencapai puncak tertingginya pada level $74.93 yang merupakan level tertinggi semenjak 14 Agustus 2006. Harga WTI (NYMEX Light Sweet) naik 40 sen menjadi $71.81 per barrel setelah mencapai puncak tertingginya $72.35 -yang tertinggi semenjak 25 Agustus 2006.

Kenaikan didorong tingginya permintaan dan kekacauan di Nigeria , dimana pasukan bersenjata menyerang drilling rig minyak dan menyandera 5 expatriate di Niger Delta sebelah selatan Nigeria, yang menyebabkan kekuatiran supply.

Dari sisi demand , kenaikan disebabkan tingginya permintaan refinery di Amerika Serikat sebagaimana telah kembali berproduksinya refinery2 ini dari maintenance dan pertumbuhan global GDP yang sehat. Sementara minyak mentah naik 3.1 juta barrel minggu lalu akibat banyaknya impor . Inventory refined product seperti gasoline dan heating oil naik lebih dari yang diperkirakan. Dengan kondisi seperti ini semestinya harga harus turun , tetapi menurut sumber dari NYMEX refinery2 masih berproduksi dengan tingkat produksi yang rendah disamping kuatnya permintaan .

Report dari reuters mengatakan bahwa dunia ini tidak kehabisan minyak mentah dan gas alam tetapi terdapat akumulasi resiko untuk securing global supply, demikian yang dikatakan US oil company executive. Resiko2 tersebut adalah geopolitik , keperluan infrastruktur dan tersedianya angkatan kerja yang terlatih. Namun Centre of Global Energy Studies pada 25 Juni 2007 mengatakan permasalahan tingginya harga minyak dunia adalah dikarenakan oleh OPEC. International Energy Agency tanggal 11 May 2007 menganjurkan bahwa OPEC harus mem-boost produksi minyaknya sebelum musim panas untuk mencegah penurunan tajam pada stok minyak mentah .

OPEC menyatakan bahwa saat ini global crude supply sudah cukup untuk memenuhi demand. OPEC Minister mengabaikan permintaan untuk menaikan outputnya dan OPEC mengklaim sudah mensupply lebih dari cukup 85.5 juta barel per hari ke pasar. OPEC memutuskan akan memaintain level produksinya sebagaimana ditetapkan dalam pertemuan OPEC pada bulan Maret 2007 dan akan meeting lagi di bulan September untuk menetapkan kebijakan produksinya.

Permasalahan ini yang dibahas dalam Platts Petroleum Podcast sebagaimana ditranskripsikan dibawah ini :

Transkripsi Platts Petroleum Podcast :

Craig Moore : OPEC tidak akan melakukan pertemuan tiga bulanan kedua setelah Maret 2007 , dan menjadwalkan pertemuan berikutnya di bulan September. Apa yang dikatakan Menteri OPEC mengenai status pasar minyak dan produksi dewasa ini ?

Kevin Saville : Pertemuan biasanya dilangsungkan di bulan Juni atau awal Juli, namun kementerian OPEC mengatakan pertemuan kuartal kedua tidak perlu dilakukan mengingat posisi OPEC sudah baik dengan harga minyak dipertengahan $60-an dan terdapat lebih dari cukup supply menurut estimasi mereka.

Survey yang dilakukan Platts minggu lalu (maksudnya 4-8 Juni 2007) terhadap OPEC 10 (10 negara2 anggota yang terikat perjanjian produksi) terdapat kenaikan produksi 70,000 barrel per hari menjadi 26.6 juta barrel per hari yang berarti sudah over-produksi 800,000 barrel perhari diatas target produksi 25.8 juta barrel per hari.

Dalam hal tinggi-nya harga, OPEC tidak berada pada posisi yang baik menurut mereka yang mana tinggi-nya harga lebih disebabkan geopolitik di Nigeria dan Iran, Refinery bottleneck, akan dimulainya hurricane season dan spekulasi dipasar. Naiknya harga dikarenakan faktor lain selain dari produksi OPEC.

Craig Moore : Apa yang diharapkan negara-negara konsumen ?

Kevin Saville : EIA-nya Amerika Serikat dan IEA (Paris based energy watch-dog) mau OPEC meningkatkan produksinya mulai dari sekarang. Konsumen terpukul dengan harga minyak pada level pertengahan $60-an. Tingginya harga minyak mentah telah dimanifestasikan dengan tingginya harga gasoline yang mencapai lebih dari $3/gallon (note :sekarang turun menjadi $2.959/gal per 3 July 2007) . Naiknya harga diatas $3/gallon sudah merupakan rekor dimana level ini lebih besar ketika hurricane Katerina menghancurkan refining centre di Gulf Coast dan menghentikan produksi minyak mentah di Teluk Mexico. Harga sudah mencapai yang tertinggi bahkan sebelum summer driving season. Biasa-nya OPEC called dilakukan pada 2 masa pemotongan produksi ; akhir bulan November dan Februari , yaitu ketika fuel heating season.

Craig Moore : Apa yang akan dilakukan OPEC untuk pertemuan 3 bulan mendatang di bulan September 2007?

Kevin Saville : adalah sulit memprediksi apa yang akan terjadi tiga bulan kedepan . Yang pasti akan ada tekanan dari negara2 konsumen untuk OPEC agar menaikan produksinya mengingat akan bermulanya winter fuel season.

Sekitar 6 minggu lalu (note: maksudnya sekitar bulan February 2007) Menteri Perminyakan Algeria, Shakeeb Khalil, mengatakan adalah merupakan peluang OPEC untuk menunda kenaikan produksi sampai akhir2 2007.

Akan mungkin ada perlawanan dari Venezuela untuk mendukung OPEC dalam menunda perubahan kebijakan sampai akhir 2007.

Kesimpulan/Tanggapan

  • Masalahnya masih sama dengan apa yang terjadi di tahun yang lalu yaitu refinery bottleneck atau terbatasnya refining capacity, geopolitik , dan tingginya permintaan dinegara-negara konsumen OPEC, bedanya harga sudah tinggi sebelum summer season. Kenaikan minyak mentah Brent $11/barrel antara kuartal pertama dan kedua adalah kenaikan yang tertinggi selama 10 tahun terakhir.
  • Summer driving season menyebabkan permintaan gasoline tinggi dan mendorong permintaan minyak mentah jenis light sweet seperti Brent atau NYMEX light sweet . Minyak mentah OPEC umumnya adalah jenis Medium dan Sour , sebagaimana analisis yang dilakukan oleh Platts dalam podcast tahun lalu, tambahan supply dari OPEC tidak akan menurunkan harga minyak.
  • Atas dasar dua hal diatas , naiknya supply OPEC tidak akan membuat harga turun. Tahun lalu OPEC menaikan produksi untuk mengantisipasi super-spike pada harga minyak mentah tapi tidak membuat harga menjadi stabil.
  • Sebagaimana dilaporkan Platts, untuk membuat supply OPEC available dipasar perlu waktu 12 minggu mulai dari mengimplementasi keputusan untuk menaikan output, memposisikan tanker untuk men-load minyak, mengirim tambahan minyak ke pasar , sampai ke refinery. Sementara harga bereaksi lebih cepat.
Advertisements

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: